SAAT HARAPAN MENJADI IMPAIN MUKJIZAT ITU NYATA.
HARAPAN MENJADI IMPAIN MUKJIZAT ITU NYATA.
Hidup bersama dengan orang yang kita sayangi itu sangat membuat hati kita jadi lengkap rasanya.
Dulu hanya ada 1 wanita yang aku kagumi.
Sekarang ada dia, istriku yang mengisi hari hari ku yang selalu sepi.
Kami menikah sudah 2 tahun lamanya.
Dengan ego masing masing dan saling mengalah. Kami saling menyayangi. Dengan ke tidak samaan ini lah kami saling melengkapi.
Sesekali saya melihat teman teman saya di media sosial yang sudah menikah. Mereka memperlihatkan ke gembiraan yang luar biasa. Yang di berikan tuhan ke pada mereka itu lah yang belum ku dapat.
Suatu ketika orang tuaku menanyakan kepadaku. Kenapa istrimu belum di karuniai anak sudah dua tahun kalian menikah.
Jawab ku kepada ibu.
Tuhan belum memberikan nya kepada kami..
Wajar saja orng tua bertanya seperti itu.
Saya terlahir di dunia dengan tiga orng adik.
Saya anak pertama.
Di adat Batak anak saya sebagai panggoaran. ( Gelar opung ) untuk orang tua saya.
Adik saya yang pertama itu wanita.
Sudah menikah. Kini sudah di karuniakan anak. Siap siap saya menjadi tulang. Hati saya senang mendengar nya.
Adik saya yang ke dua. Pria. Sekarang lagi mengabadikan dirinya menjadi dosen. Mungkin dia ingin seperti ibu. Yang mengajarkan hal hal yang bijak kepada murid nya.
Dan adik saya yang paling kecil. Kini dia sibuk dengan aktifitas bisnis nya. Berdagang.
Meski di kampung saya cukup bangga dengannya. Karena dia bisa sukses dengan bisnis nya. Awalnya dia iri dengan temannya. Yang bekerja dengan orang lain ( kantor gitu) dan dia sadar memiliki usaha sendiri lebih menyenangkan dari pada bekerja dengan orang lain.
Kembali kepada keluarga kecil ku. Saya melihat teman teman saya di sosial media sangat senang. Di karuniai anak ditengah tengah keluarga kecil mereka.
Dan saya pun mulai bertanya. Apa yang terjadi. Kenapa belum juga. Apa yang harus kami lakukan.
Istriku pun pergi ke dokter untuk memeriksakan keadaan nya. Apa yang menjadi penyebab nya.
Awal periksa sih semua oke. Tidak masalah.
Semua dikatakan dokter baik baik saja. Di sarankan agar check lebih dalam lah.
Itu pun di lakukan agar mendapatkan informasi lebih baik lagi.
Setelah melakukan pemeriksaan darah ex. mensturasi nya. Dan mendapatkan hasil. Istri ku pergi ke dokter kembali untuk mendapatkan informasi dari hasit test lab tersebut.
Dan hasil nya sangat mengejutkan.
Membuat hati ngilu. Sedih. Dan bercampur dengan keinginan ingin menjadi ayah tinggal impian.
Istriku dikatakan rahim kecil dan SFH yang tinggi mendekati wanita yang akan monopose.
Oh tuhan ini cobaan yang berat.
Saat yang di harapkan jauh hanya menjadi impian.
Apa ini hukuman ku.
Tapi ini lah kenyataan yang aku harus telan dan rasakan. Yang tetap di jalani.
Dengan ku bersandar kepada kuasa tuhan tidak mustahil. Semua indah pada waktunya.
Dan tidak bisa ku tolak. Kini harapan menjadi seorang ayah yang ku dambakan sirnah. Entah kapan tuhan memberikannya di tengah keluarga kecil ku.
Mukjizat tuhan pasti ada.
Nama anak ku.
Shiloh hiskia yang arti nya
hadiah dari tuhan raja kerajaan Yehuda.
Komentar
Posting Komentar